
Banyak orang beranggapan bahwa kalau ingin membuat film dokumenter, kita cukup mempunyai niat, lalu ambil kamera dan segera perg
i shooting. Lalu apa yang kita lakukan di lapangan nantinya? Yah, gunakan insting saja! Insting memang penting dalam proses pembuat film dokumenter, apalagi pada saat
shooting. Namun, untuk seorang pembuat film dokumenter yang paling berpengalaman sekalipun, prosesnya tidaklah sesederhana itu. Ada serangkaian tahapan yang harus dilalui pembuat film dokumenter untuk bisa mewujudkan gagasanya kedalam sebuah bentuk film.
Michael Rabiger dalam bukunya
Directing The Documentary, menyatakan bahwa pada dasarnya, membuat film dokumenter tidak ubahnya dengan menulis sebuah cerita. Menurutnya, tahap paling awal dari keseluruhan proses tersebut adalah membangun sebuah gagasan. Pada tahap ini, Rabiger membedakan dengan tegas antara upaya ‘menemukan cerita’ dengan ‘membangun cerita’. Apa bedanya? Ternyata bagi Rabiger bedanya sangat tegas, yang pertama adalah upaya mencari topik yang (dalam bahasa saya) dahsyat. Untuk itu diperlukan imajinasi dan insting yang kuat. Sedang yang kedua lebih mengarah pada upaya-upaya sistematis untuk melakukan analisa, pengkajian dan merancang bangun berbagai kemungkinan sebuah topik dapat di diwujudkan menjadi sebuah film yang enak ditonton.
Lalu dari mana saya bisa mendapatkan ide atau gagasan untuk membuat film documenter? Ini adalah pertanyaan klasik yang sering muncul di kalangan pemula, apalagi kalau orang ini adalah mahasiswa sekolah film yang mendapat tugas untuk membuat film dokumenter. Apa yang dilakukan kemudian adalah merenung, mengingat-ingat dengan keras, apa topik yang dahsyat untuk film saya yah? Topik apa yang bias membuat film saya mendapat nilai A+? Untuk pemula, saya justru menyarankan untuk berpikir terbalik. Bukan mencari-cari topik apa yang dahsyat untuk film saya, tetapi persoalan keseharian apa yang selama ini menjadi perhatian saya. Atau persoalan apa yang selama ini dekat dengan keseharian saya. OK, sekarang kita memasuki aturan pertama bagi pemula dalam membuat film dokumenter, “mulailah dengan hal-hal yang dekat dengan diri kita sendiri”. Hal-hal yang anda kuasai betul materinya, suatu persoalan di mana anda memiliki akses yang besar untuk melakukan penggalian dan penelusuran, untuk mengetahui duduk perkaranya.
(link : http://perfilman.pnri.go.id/artikel-93-membangun-gagasan-dan-merumuskan-fokus-film.html)